Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Kumpulan Tafsir Mimpi Primbon
Kumpulan Tafsir Mimpi Primbon

Pernah mendengar istilah weton ketika membicarakan tradisi Jawa, hari kelahiran, atau perhitungan dalam acara adat? Istilah ini cukup akrab bagi masyarakat yang masih mengenal penanggalan Jawa. Namun, tidak semua orang memahami bagaimana weton terbentuk dan apa hubungannya dengan angka yang disebut neptu.
Secara sederhana, weton adalah gabungan hari dalam satu minggu dengan hari pasaran Jawa saat seseorang lahir. Jadi, mengetahui bahwa seseorang lahir pada hari Senin saja belum cukup untuk menentukan wetonnya. Kamu juga perlu mengetahui pasarannya, apakah Legi, Pahing, Pon, Wage, atau Kliwon.
Weton menjadi bagian dari pengetahuan budaya Jawa yang diwariskan dari generasi ke generasi. Untuk memahaminya, kamu tidak harus langsung mempelajari berbagai perhitungan tradisional yang rumit. Mengenali sistem hari, pasaran, dan cara menghitung neptu sudah menjadi langkah awal yang cukup.

Dalam tradisi Jawa, weton digunakan untuk menandai hari kelahiran berdasarkan perpaduan dua siklus kalender, yaitu siklus tujuh hari dan siklus lima pasaran. Kedua siklus tersebut berjalan bersamaan sehingga menghasilkan kombinasi hari dan pasaran yang berulang.
Misalnya, seseorang memiliki weton Senin Legi. Artinya, hari kelahirannya jatuh pada hari Senin dan bertepatan dengan pasaran Legi dalam penanggalan Jawa.
Ada pula weton seperti Rabu Kliwon, Jumat Pon, atau Sabtu Pahing. Setiap kombinasi mempunyai nilai neptu tersendiri karena nilai hari dan pasarannya tidak selalu sama.
Dalam kehidupan masyarakat Jawa, weton dikenal dalam berbagai keperluan adat dan tradisi keluarga. Sebagian masyarakat menggunakannya sebagai bahan pertimbangan dalam perhitungan tradisional, sedangkan sebagian lainnya mengenalnya sebagai bagian dari warisan budaya.
Hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa weton bukan sekadar nama hari. Ada sistem penanggalan di baliknya, termasuk siklus pasaran dan nilai angka yang digunakan dalam perhitungan tertentu.

Salah satu bagian yang membedakan penanggalan Jawa dari kalender yang umum digunakan sehari-hari adalah adanya lima hari pasaran. Kelima pasaran ini terus berulang dalam siklus tersendiri.
Berikut lima hari pasaran Jawa yang perlu kamu kenali.
Legi merupakan salah satu nama pasaran dalam kalender Jawa. Nama ini sering dijumpai dalam penyebutan weton, misalnya Senin Legi atau Jumat Legi.
Dalam perhitungan neptu, Legi memiliki nilai 5. Nilai tersebut nantinya dijumlahkan dengan nilai hari dalam satu minggu untuk memperoleh total neptu weton.
Pahing juga menjadi bagian dari siklus lima pasaran Jawa. Kamu mungkin pernah mendengar penyebutan seperti Selasa Pahing atau Sabtu Pahing.
Nilai neptu Pahing adalah 9. Angka ini termasuk nilai pasaran tertinggi dalam sistem neptu yang umum digunakan.
Pon merupakan pasaran ketiga jika urutan pasaran dimulai dari Legi, Pahing, Pon, Wage, lalu Kliwon.
Dalam perhitungan neptu, Pon memiliki nilai 7. Nama pasaran ini dapat dipadukan dengan hari apa pun dalam siklus tujuh hari.
Wage adalah salah satu dari lima pasaran yang digunakan dalam penanggalan Jawa. Contoh penyebutannya adalah Senin Wage atau Kamis Wage.
Nilai neptu Wage adalah 4. Untuk mendapatkan neptu weton, angka tersebut perlu ditambahkan dengan nilai hari kelahiran yang sesuai.
Kliwon melengkapi siklus lima hari pasaran Jawa. Nama ini cukup sering muncul dalam percakapan mengenai weton maupun tradisi masyarakat Jawa.
Nilai neptu Kliwon adalah 8. Seperti pasaran lainnya, Kliwon bukan nama hari dalam siklus Senin sampai Minggu, melainkan bagian dari siklus pasaran tersendiri.
Kelima pasaran tersebut berulang secara bergantian. Ketika dipadukan dengan tujuh hari dalam satu minggu, sistem ini membentuk 35 kombinasi weton yang berbeda.
Setelah memahami hari dan pasaran, kamu mungkin menemukan istilah lain, yaitu neptu. Keduanya memang berkaitan, tetapi memiliki arti yang berbeda.
Weton menunjukkan kombinasi hari dan pasaran kelahiran, sedangkan neptu merupakan nilai angka yang digunakan dalam perhitungan tradisional berdasarkan kombinasi tersebut.
Setiap hari dan pasaran mempunyai nilai neptu masing-masing. Untuk mendapatkan jumlah neptu weton, kamu cukup menjumlahkan nilai hari dengan nilai pasarannya.
Berikut nilai neptu untuk tujuh hari dalam siklus mingguan yang umum digunakan dalam perhitungan weton Jawa.
| Hari | Nilai Neptu |
| Minggu | 5 |
| Senin | 4 |
| Selasa | 3 |
| Rabu | 7 |
| Kamis | 8 |
| Jumat | 6 |
| Sabtu | 9 |
Sementara itu, berikut nilai neptu untuk masing-masing pasaran.
| Pasaran | Nilai Neptu |
| Legi | 5 |
| Pahing | 9 |
| Pon | 7 |
| Wage | 4 |
| Kliwon | 8 |
Tabel tersebut menjadi dasar untuk menghitung jumlah neptu. Karena nilai setiap hari dan pasaran berbeda, hasil penjumlahannya juga dapat berbeda meskipun cara menghitungnya sama.
Bagaimana jika kamu hanya mengetahui tanggal lahir dalam kalender Masehi? Kamu tetap bisa mencari weton, tetapi perlu mengetahui hari dan pasaran Jawa yang bertepatan dengan tanggal tersebut.
Ikuti langkah-langkah berikut agar tidak tertukar.
Catat tanggal, bulan, dan tahun kelahiran secara lengkap. Informasi ini diperlukan karena hari dan pasaran Jawa terus berganti mengikuti siklus kalender.
Jangan hanya mengandalkan tanggal dan bulan tanpa tahun. Jika ingin mengetahui weton secara tepat, data kelahiran perlu dicocokkan dengan kalender yang sesuai.
Gunakan kalender Jawa yang tepercaya atau alat konversi tanggal Masehi ke kalender Jawa. Dari sana, kamu dapat mengetahui hari dalam seminggu sekaligus pasarannya.
Langkah ini penting karena kalender Masehi biasa tidak selalu menampilkan nama pasaran Jawa. Mengetahui bahwa kamu lahir pada hari Rabu, misalnya, belum cukup untuk memastikan apakah wetonmu Rabu Legi, Rabu Pahing, atau kombinasi lainnya.
Setelah mengetahui hari kelahiran, lihat tabel neptu hari. Jika hasil konversi menunjukkan hari Senin, misalnya, nilai neptunya adalah 4.
Pastikan kamu menggunakan tabel yang sama secara konsisten agar tidak keliru ketika menjumlahkan angka.
Berikutnya, periksa nilai neptu berdasarkan pasaran yang diperoleh dari kalender Jawa. Jika pasarannya Legi, nilai neptunya adalah 5.
Lakukan langkah ini setelah memastikan nama pasarannya, bukan dengan menebak berdasarkan hari kelahiran.
Langkah terakhir adalah menjumlahkan nilai neptu hari dan pasaran.
Sebagai contoh, jika hasil konversi kalender menunjukkan weton Senin Legi, perhitungannya adalah:
Dengan demikian, weton Senin Legi memiliki jumlah neptu 9.
Perlu diingat, contoh tersebut menunjukkan cara menghitung setelah hari dan pasaran diketahui. Untuk menentukan weton dari tanggal lahir tertentu, kamu tetap perlu memeriksa hasil konversi kalendernya terlebih dahulu.
Weton adalah kombinasi hari dalam siklus tujuh hari dan pasaran Jawa dalam siklus lima hari yang bertepatan dengan tanggal kelahiran seseorang.
Lima hari pasaran Jawa adalah Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kelimanya berulang dalam siklus lima hari.
Cari hari dan pasaran Jawa berdasarkan tanggal lahir menggunakan kalender atau alat konversi tepercaya. Setelah itu, jumlahkan nilai neptu hari dan nilai neptu pasaran jika ingin mengetahui total neptunya.
Weton adalah kombinasi hari dan pasaran kelahiran, sedangkan neptu adalah nilai angka dari hari dan pasaran tersebut. Neptu weton diperoleh dengan menjumlahkan kedua nilai.
Tidak. Weton berasal dari tradisi penanggalan Jawa yang menggabungkan hari dan pasaran, sedangkan shio berasal dari tradisi Tionghoa yang menggunakan siklus 12 hewan.
Weton adalah gabungan hari dalam satu minggu dan lima hari pasaran Jawa yang bertepatan dengan kelahiran seseorang. Kelima pasarannya terdiri dari Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Sementara itu, neptu merupakan nilai angka dari hari dan pasaran yang dijumlahkan untuk keperluan perhitungan tradisional.
Untuk mengetahui weton berdasarkan tanggal lahir, kamu perlu mencari hari dan pasaran melalui kalender Jawa atau alat konversi yang tepercaya. Setelah keduanya diketahui, nilai neptu dapat dihitung dengan menjumlahkan angka hari dan pasaran.
Mempelajari weton bisa menjadi salah satu cara mengenal warisan budaya Jawa. Tafsir yang menyertainya tetap perlu dipahami dalam konteks tradisi, bukan sebagai kepastian ilmiah tentang karakter atau masa depan seseorang seperti penjelasan dari luckylife.in.